DEAD CLASS (PART 3/END)
Jungkook POV
Saat semua tertidur… Aku menuju daput untuk mengambil minum,
Aku membuka tirai jendela dan aku melihat sosok yang sangat aku kenal…
Eommaku!! Eommaku sudah meninggal saat aku kecil.. Karena aku sangat kangen pada
eommaku, aku langsung berlari menuju eommaku dan memeluknya.. Tapi, saat aku
melepaskan pelukanku, itu sudah bukan lagi eommaku.. eommaku berubah menjadi
sosok yang mengerikan, matanya merah, dia mengenakan baju putih yang tertutup
darah.. Aku langsung berlari masuk ke rumah lagi… Saat aku sudah di dalam, aku
berjalan menuju kamar dan.. Bruk.. Sesuati yang berat mengenai mukaku.. Alhasil
hidungku berdarah dan aku jatuh, aku mencoba untuk bangun.. Tapi, makhluk
mengerikan tadi mendudukiku, sulit untuk bernafas, kukerahkan seluruh tenagaku
untuk bangkit.. Namun, sia-sia.. Makhluk itu malah menancapkan besi runcing ke
punggungku.. Aku ingin berteriak, tapi suaraku tertahan di kerongkongan..
Makhluk tadi menatapku dan mengelus pipiku dengan kuku tajamnya.. Rasanya
sangat sakit.. setelah itu, makhluk tadi menarikku ke halaman belakang dan
melemparku ke kursi taman.. Sebelum dia benar-benar menghabisi nyawaku.. Dia menjambak
rambutku dan srekk…. Menariknya samapai lepas…
(SKIP)
Jimin POV
“Hoam…”Aku menuap selebar kuda nil ._.
Setelah melihat sekitar, aku baru nyadar jika Jungkook tak
ada di sini.. Aku cepat-cepat membangunkan Ho Seok dan Seokjin… Kami melihat
ada banyak darah yang berceceran di ruang tengah dan dapur.. Kami mengikuti
darah tersebut, kami berjalan sampai halaman belakang dan melihat Jungkook
sudah terkapar tak berdaya di atas kursi taman… Aku langsung menyambar telepon
dan menghubungi pihak kepolisian…
5 menit kemudian, polisi bersama ambulance datang…. Stelah
memasukan Jungkook ke ambulance, kami diintrogasi oleh petugas..
“Kalian tadi malam di mana?”Tanya Pak polisi yang bernama
Park Chanyeo
“Kami tidur pak…”Jawab Ho Seok
“Sebelum itu?”Tanya Pak Chanyeol
“Teman kami ada yang meninggal… jadi setelah pulang dari
rumah duka, kami mandi langsung tidur…”Jawabku
“Apakah kalian tak mengunci pintu rumah sebelum tidur?”Tanya
Pak Chanyeol
“Kami menguncinya…”Jawabku lagi
Pak Chanyeol pun menuliskan sesuatu di buku catatannya..
“Baiklah.. sepertinya bukan kalian yang membunuh Jungkook…
Kami akan menyelidiki secepat mungkin dan menangkap pembunuh itu….”Kata Pak
Chanyeol pergi meninggalkan kita
Isak tangisan kami bertiga tak bisa dibendung…
“Semua salahku… Jika aku tak mengajak kalian ke kelas itu…
Kalian tak akan sengsara seperti ini….”Kataku
“Kita harus selesaikan ini..!”Kata Seokjin mengusap air
matanya
“Gimana caranya??”Tanya Ho Seok
“Bisa…”Kataku
“Tapi agak berbahaya..”Lanjutku
“Gwencana.. Yang penting kita bebas..”Kata Ho Seok
“Kita harus ke kelas itu lagi… Kita harus benar-benar bertemu
dengan Im Yura dan meminta maaf… Lalu dia akan benar-benar memaafkan kita jika
anggota tubuh kita di kasihkan ke Im Yura.. Tapi, Im Yura lah yang akan
menentukan bagian mana yang akan menjadi milik Im Yura…”Kataku
Mereka terdiam… lalu
“Baiklah.. kapan kita kesana??”Tanya Seokjin
“Nanti malam..”Timpal Ho Seok..
Kami memutuskan untuk tetap terjaga sampai nanti malam…
(Senja)
“Eh, temenin pipis yuk… kebelet nih..”Kata Seokjin padaku
dan Ho Seok
“Yuk..”Jawabku
Kamipun berjalan sampai ke kamar mandi..
“Tunggu sini lho…”Kata Seokjin
“Iya, iya..”kataku
Setelah beberapa saat, Seokjin keluar dari kamar mandi…
“Udah jam segini nih.. ayo siap-siap”Kata Ho Seok
“Oke”Timpal aku dan Seokjin
Setelah bersiap-siap, kami langsung menuju garasi, mengambil
sepeda lalu mengayuhnya ke sekolah….
Sesampainya di sekolah..
“Wah, pas banget.. penjaga gerbangnya lagi tidur wkwkwkwk…”Kata
Seokjin
“Iya.. kita masuknya harus diam-diam..”Kataku
Kamipun masuk ke sekolah secara diam-diam.. setelah masuk,
kami langsung menuju kelas ‘itu’..
“Chakaman… Kalian nyium bau anyir gak?”Tanya Ho Seok
“Iya..”Jawabku dan Seokjin sambil mengendus-ngendus udara
Kamipun masuk ke kelas itu..
“Im Yura…. Kami meminta maaf karena telah mengganggu mu..”Kataku
“….”Sunyi..
“Im Yura.. aku akan korbankan seluruh tubuhku.. tapi kamu
harus pergi dari dunia manusia dan tidak lagi mengganggu manusia yang masuk ke
kelas ini..!!”Teriak Seokjin yang sontak mengkagetkanku dan Ho Seok..
“Ya… Pabo…! Kenapa kau teriak begitu.. jika Yura setuju
bagaimana?”Tanyaku
“Itu lebih bagus… Aku rela mati demi kalian..”Kata Seokjin
Tiba-tiba.. Sosok Im Yura muncul.. lalu dia bertanya..
“Apakah itu benar Kim Seokjin?”Tanya Im Yura
“Ne.. Aku rela mati demi teman-temanku..”Kata Seokjin
“Baiklah.. jika itu mau mu..”Kata Im Yura
Lalu Seokjin di angkat ke udara lalu Im Yura menusukan
kuku-kuku tajamnya ke dada Seokjin… Saat Im Yura melepas kuku-kukunya dari dada
Seokjin, darah dari dada Seokjin mengalir deras.. Aku dan Ho Seok tak kuat
menlihat kejadian ini…
“Im Yura.. karna kau sudah menghabisi nyawa Seokjin..
Sekarang pergi jauh-jauh..!!”Teriakku
“HAHAHAHA.. Emang aku bodoh apa?! Aku tak akan pergi sebelum
mengahabisi kalian semua..”Kata Im Yura
“Tapi perjanjian tadi?”Tanyaku
“Janji? Janji yang mana?! HAHAHAHA……….!”Kata Im Yura yang
sekejap menyambar kepala Ho Seok dan mencoptnya dengan mudah seperti mencopot
a;el dari tangkainya.. Aku terbelalak melihat apa yang terjadi.. Aku marah…
“Yak..! Kau Im Yura!! Emang kau siapa berani-berani
mengambil nyawa teman-temanku..!!”Teriakku
“Kau lupa ha??!! 10 tahun lalu kau berjanji akan menjagaku
daru semua orang yang mem-bully aku… tapi kau meninggalkan aku… Aku
menunggumu.. Aku sangat senang saat bertemu denganmu.. Tapi janji palsumu
membuat aku menderita.. dan aku memutuskan untuk mengakhiri hidupku.... Kau
kejam.. aku tau kau melihatku saat aku sedang ingin bunuh diri… tapi kau tak
menghentikanku..!!!”Kata Im Yura
“Itu bukan aku…!”Aku membantah..
“Dasar..! Kau lupa.. 5 tahun lalu kau kecelakaan, dan itu
ulahku.. Aku ingin kau mati.. tapi kau hanya hilang ingatan..!”Kata Im Yura
“Tapi kenapa harus teman-temanku? Kenapa tak aku langsung
saja yang dibunuh??”Tanyaku
“Karena, aku akan menggabungkan cara teman-temanmu mati
untuk membunuhmu..”Kata Im Yura
“Ma.. Maksudmu.. Kau akan membunuhku dengan menggabungkan
cara yang dipakai untuk embunuh teman-temanku?”Tanyaku
“Ne…”Kata Im Yura yang langsung datang kearahku..
Author POV
“Ne..” Kata Im Yura yang langsung datang ke arah Jimin… dan
seketika semua gelap… Bau anyir ada di mana-mana.. Suara sirene ambulans
memenuhi sekolahan… Jimin yang badannya sudah tak berbentuk, di gotong ke
ambulans…. Im Yura yang menyaksikan semua itu tertawa senang…
(END)