Sabtu, 01 November 2014

DEAD CLASS (PART 3/END)



 DEAD CLASS (PART 3/END)


Jungkook POV

Saat semua tertidur… Aku menuju daput untuk mengambil minum, Aku membuka tirai jendela dan aku melihat sosok yang sangat aku kenal… Eommaku!! Eommaku sudah meninggal saat aku kecil.. Karena aku sangat kangen pada eommaku, aku langsung berlari menuju eommaku dan memeluknya.. Tapi, saat aku melepaskan pelukanku, itu sudah bukan lagi eommaku.. eommaku berubah menjadi sosok yang mengerikan, matanya merah, dia mengenakan baju putih yang tertutup darah.. Aku langsung berlari masuk ke rumah lagi… Saat aku sudah di dalam, aku berjalan menuju kamar dan.. Bruk.. Sesuati yang berat mengenai mukaku.. Alhasil hidungku berdarah dan aku jatuh, aku mencoba untuk bangun.. Tapi, makhluk mengerikan tadi mendudukiku, sulit untuk bernafas, kukerahkan seluruh tenagaku untuk bangkit.. Namun, sia-sia.. Makhluk itu malah menancapkan besi runcing ke punggungku.. Aku ingin berteriak, tapi suaraku tertahan di kerongkongan.. Makhluk tadi menatapku dan mengelus pipiku dengan kuku tajamnya.. Rasanya sangat sakit.. setelah itu, makhluk tadi menarikku ke halaman belakang dan melemparku ke kursi taman.. Sebelum dia benar-benar menghabisi nyawaku.. Dia menjambak rambutku dan srekk…. Menariknya samapai lepas…
(SKIP)
Jimin POV

“Hoam…”Aku menuap selebar kuda nil ._.
Setelah melihat sekitar, aku baru nyadar jika Jungkook tak ada di sini.. Aku cepat-cepat membangunkan Ho Seok dan Seokjin… Kami melihat ada banyak darah yang berceceran di ruang tengah dan dapur.. Kami mengikuti darah tersebut, kami berjalan sampai halaman belakang dan melihat Jungkook sudah terkapar tak berdaya di atas kursi taman… Aku langsung menyambar telepon dan menghubungi pihak kepolisian…
5 menit kemudian, polisi bersama ambulance datang…. Stelah memasukan Jungkook ke ambulance, kami diintrogasi oleh petugas..
“Kalian tadi malam di mana?”Tanya Pak polisi yang bernama Park Chanyeo
“Kami tidur pak…”Jawab Ho Seok
“Sebelum itu?”Tanya Pak Chanyeol
“Teman kami ada yang meninggal… jadi setelah pulang dari rumah duka, kami mandi langsung tidur…”Jawabku
“Apakah kalian tak mengunci pintu rumah sebelum tidur?”Tanya Pak Chanyeol
“Kami menguncinya…”Jawabku lagi
Pak Chanyeol pun menuliskan sesuatu di buku catatannya..
“Baiklah.. sepertinya bukan kalian yang membunuh Jungkook… Kami akan menyelidiki secepat mungkin dan menangkap pembunuh itu….”Kata Pak Chanyeol pergi meninggalkan kita
Isak tangisan kami bertiga tak bisa dibendung…
“Semua salahku… Jika aku tak mengajak kalian ke kelas itu… Kalian tak akan sengsara seperti ini….”Kataku
“Kita harus selesaikan ini..!”Kata Seokjin mengusap air matanya
“Gimana caranya??”Tanya Ho Seok
“Bisa…”Kataku
“Tapi agak berbahaya..”Lanjutku
“Gwencana.. Yang penting kita bebas..”Kata Ho Seok
“Kita harus ke kelas itu lagi… Kita harus benar-benar bertemu dengan Im Yura dan meminta maaf… Lalu dia akan benar-benar memaafkan kita jika anggota tubuh kita di kasihkan ke Im Yura.. Tapi, Im Yura lah yang akan menentukan bagian mana yang akan menjadi milik Im Yura…”Kataku
Mereka terdiam… lalu
“Baiklah.. kapan kita kesana??”Tanya Seokjin
“Nanti malam..”Timpal Ho Seok..
Kami memutuskan untuk tetap terjaga sampai nanti malam…
(Senja)
“Eh, temenin pipis yuk… kebelet nih..”Kata Seokjin padaku dan Ho Seok
“Yuk..”Jawabku
Kamipun berjalan sampai ke kamar mandi..
“Tunggu sini lho…”Kata Seokjin
“Iya, iya..”kataku
Setelah beberapa saat, Seokjin keluar dari kamar mandi…
“Udah jam segini nih.. ayo siap-siap”Kata Ho Seok
“Oke”Timpal aku dan Seokjin
Setelah bersiap-siap, kami langsung menuju garasi, mengambil sepeda lalu mengayuhnya ke sekolah….
Sesampainya di sekolah..
“Wah, pas banget.. penjaga gerbangnya lagi tidur wkwkwkwk…”Kata Seokjin
“Iya.. kita masuknya harus diam-diam..”Kataku
Kamipun masuk ke sekolah secara diam-diam.. setelah masuk, kami langsung menuju kelas ‘itu’..
“Chakaman… Kalian nyium bau anyir gak?”Tanya Ho Seok
“Iya..”Jawabku dan Seokjin sambil mengendus-ngendus udara
Kamipun masuk ke kelas itu..
“Im Yura…. Kami meminta maaf karena telah mengganggu mu..”Kataku
“….”Sunyi..
“Im Yura.. aku akan korbankan seluruh tubuhku.. tapi kamu harus pergi dari dunia manusia dan tidak lagi mengganggu manusia yang masuk ke kelas ini..!!”Teriak Seokjin yang sontak mengkagetkanku dan Ho Seok..
“Ya… Pabo…! Kenapa kau teriak begitu.. jika Yura setuju bagaimana?”Tanyaku
“Itu lebih bagus… Aku rela mati demi kalian..”Kata Seokjin
Tiba-tiba.. Sosok Im Yura muncul..  lalu dia bertanya..
“Apakah itu benar Kim Seokjin?”Tanya Im Yura
“Ne.. Aku rela mati demi teman-temanku..”Kata Seokjin
“Baiklah.. jika itu mau mu..”Kata Im Yura
Lalu Seokjin di angkat ke udara lalu Im Yura menusukan kuku-kuku tajamnya ke dada Seokjin… Saat Im Yura melepas kuku-kukunya dari dada Seokjin, darah dari dada Seokjin mengalir deras.. Aku dan Ho Seok tak kuat menlihat kejadian ini…
“Im Yura.. karna kau sudah menghabisi nyawa Seokjin.. Sekarang pergi jauh-jauh..!!”Teriakku
“HAHAHAHA.. Emang aku bodoh apa?! Aku tak akan pergi sebelum mengahabisi kalian semua..”Kata Im Yura
“Tapi perjanjian tadi?”Tanyaku
“Janji? Janji yang mana?! HAHAHAHA……….!”Kata Im Yura yang sekejap menyambar kepala Ho Seok dan mencoptnya dengan mudah seperti mencopot a;el dari tangkainya.. Aku terbelalak melihat apa yang terjadi.. Aku marah…
“Yak..! Kau Im Yura!! Emang kau siapa berani-berani mengambil nyawa teman-temanku..!!”Teriakku
“Kau lupa ha??!! 10 tahun lalu kau berjanji akan menjagaku daru semua orang yang mem-bully aku… tapi kau meninggalkan aku… Aku menunggumu.. Aku sangat senang saat bertemu denganmu.. Tapi janji palsumu membuat aku menderita.. dan aku memutuskan untuk mengakhiri hidupku.... Kau kejam.. aku tau kau melihatku saat aku sedang ingin bunuh diri… tapi kau tak menghentikanku..!!!”Kata Im Yura
“Itu bukan aku…!”Aku membantah..
“Dasar..! Kau lupa.. 5 tahun lalu kau kecelakaan, dan itu ulahku.. Aku ingin kau mati.. tapi kau hanya hilang ingatan..!”Kata Im Yura
“Tapi kenapa harus teman-temanku? Kenapa tak aku langsung saja yang dibunuh??”Tanyaku
“Karena, aku akan menggabungkan cara teman-temanmu mati untuk membunuhmu..”Kata Im Yura
“Ma.. Maksudmu.. Kau akan membunuhku dengan menggabungkan cara yang dipakai untuk embunuh teman-temanku?”Tanyaku
“Ne…”Kata Im Yura yang langsung datang kearahku..

Author POV
“Ne..” Kata Im Yura yang langsung datang ke arah Jimin… dan seketika semua gelap… Bau anyir ada di mana-mana.. Suara sirene ambulans memenuhi sekolahan… Jimin yang badannya sudah tak berbentuk, di gotong ke ambulans…. Im Yura yang menyaksikan semua itu tertawa senang…

(END)