Kamis, 04 Januari 2018

The Mysterious Room

Udah lama banget ya Author ngga update :v karena lupa email dan password (yang ternyata ada catetan di HP lama) juga karena kesibukan sekolah wkwkwk.. Nah, sekarang Author pengen nge post lagi nih wkwkwk..


-The Mysterious Room-
Gener: Horror, Friendship
Author: KYG
Cast: Mijoo, Ken, Hyuna, Hyeri, Luhan
Summary: Kebenaran yang merenggut nyawa sahabat ku, dan diriku sendiri

---

Ken POV
18 September 2018. Kebenaran yang mengurungku disini akan terungkap walau tak akan ada yang percaya.

18 September 2012.
Hari senin dimana semua orang sibuk dengan urusannya masing-masing terlebih lagi dengan aku, Ken yang menunggu bis datang di tengah hujan deras ini..
“Ken..!”Sapa seseorang.
“Oi.. Luhan..”Balasku. Luhan adalah sahabatku dari kecil.. Kami sudah seperti saudara kembar. Tetapi sifat Luhan yang jahil membuat aku dan Luhan sering bertengkar, tetapi pertengkaran itu membuat kami semakin lebih dekat.
“Menunggu bis eoh?”Tanya Luhan berdiri di sampingku
“Menurutmu? Kau juga sedang menunggu bis kan?”Kataku dingin sambil memasukan tanganku ke dalam saku celana.
“Hehe…”Luhan hanya terkekeh, seperti itulah sikap Luhan.. Tak selang berapa lama bis yang kami tunggu datang, suasana bis itu sedikit menegangkan dengan lampu bis yang redup, penumpang yang sedikit.. Yah, tetapi kami berdua tidak tertarik dengan cerita-cerita horror yang kekanak-kanakan..

(SKIP)
(at School)
“Hyeri-a..”Sapa Luhan kepada Hyeri, yeojachingu nya..
“Kau akhirnya sampai..”Kata Hyeri menyuruh kami duduk berhadapan dengan Mijoo-sahabatku juga-dan Hyeri..
“kau taukan kemarin aku dan mijoo pulang terlambat karena di hukum di perpustakaan? Lalu Mijoo tak sengaja menemukan ruang rahasia dan tampilannya sangat menakutkan..”Jelas Hyeri
“Kalian tau kan kami berdua tak suka cerita horror..”Kataku
“Maka dari itu.. Aku sama Mijoo ingin menantang kalian untuk masuk ke ruangan itu… Gimana berani..?”Tantang Mijoo
“Aku tak tertarik..”Kataku dengan muka datar
“Bilang saja aku takut Ken..”Ledek Luhan menjulurkan lidah, aku paling tidak suka jika di ledek, jadi aku spontan mengatakanya..
“Baiklah.. aku terima.. tapi syaratnya.. kalian juga harus ikut uji nyali itu..”Kataku menujuk Mijoo dan Hyeri
“Baiklah… Temui kami di depan sekolah jam 9 malam..”Kata Hyeri..
“Tapi, bagaimana kita bisa masuk?”Tanyaku
“Tenang saja…”Kata Mijoo tersenyum..
Pelajaran pertama dimulai.. Aku sedikit cemas memikirkan tentang uji nyali itu.. Bukan karena takut, aku merasa ada yang aneh.. Ah, sudahlah.. Aku memang sering merasakan hal-hal seperti itu..

(SKIP)

Aku melihat jam tangan ku lalu menghela nafas, sudah pukul 9.10 PM mereka belum datang dan aku sudah menunggu di depan sekolah dari tadi.. aku sudah tau kebiasan mereka..
“Ken..”Sapa Mijoo, aku tak menjawabnya
“Yak.. Jangan marah lah.. Kita hanya telat 10 menit…”Kata Hyeri membela.
“Hmm.. Ayo masuk..”Kataku langsung berjalan ke dalam sekolah lalu di ikuti Luhan, Mijoo, dan Hyeri.

(di perpustakan)

“Mijoo, mana ruang rahasiamu?”Tanya Luhan penasaran
“Sebentar…”Kata Mijoo lalu membuka sebuah buku sejarah
“Yak… Lee Mijoo, kita di sini untuk beruji nyali bukan untuk membaca buku sejarah..”Aku protes sambil menjitak kepala Mijoo
“Yakk.. Kau bisa sabar sedikit tidak?? Sakit tau..!”Kata Mijoo memegangi kepalanya lalu dia membuka lembar terakhir dari buku sejarah itu dan munculah sebuah tombol merah dengan corak-corak, hmm.. Aneh mungkin.. Mijoo dengan hati-hati menekan tombol itu dan seketika tembok di dekat kami bergeser perlahan, menampakan sebuah ruangan dengan bathup tua, kasur berwarna merah yang tertutup debu, dan dapur yang lengkap dengan semua peralatannya..
“Tempat apa ini?”Tanyaku penasaran
“Aku juga tidak tau.. Dari bentuknya sih, pasti ada seseorang yang tinggal di sini bertahun-tahun.. Dan sepertinya dia masih tinggal disini..”Kata Hyeri memegang sebuah teko yang berada di atas meja makan reyot.
“Mak..maksudmu?”Tanya Mijoo gugup.
“Teko ini masih hangat..”Jelas Hyeri, aku penasaran. Lalu aku mecoba menuang isi dari teko itu ke dalam gelas bening.
Aku langsung menutup mulut setelah menungangkan isi teko itu..
“I..Itu. Darah??”Tanya Luhan menujuk cairan merah kental yang mengisi gelas bening itu. Tiba-tiba, aku merasakan ada sesuatu di belakangku.
“Mijoo-a, Kau di belakangku??”Tanyaku
“…”Tak ada jawaban
“Mijjo-a…”Panggil ku seraya berbalik, dan tidak ada siapa-siapa di sana..
“Kemana Mijoo??”Tanyaku pada Luhan dan Hyeri, tetapi mereka hanya menatap takut kearah depan.
“Yakk…! Aku tanya dimana Mijoo??!!”Kataku seraya mendekati Luhan dan Hyeri. Mereka masih tak bergeming, aku mulai mengguncangkan badan mereka.
“Kita harus keluar”Kata Luhan masih terpaku menatap kearah depan
“Kau gila?? Mijoo menghilang dan kau ingin keluar??!!”Teriak ku, tetapi Luhan tidak bicara apa-apa dia hanya membalikan badanku. Saat aku berbalik, terlihat penampakan yang sangat mengerikan, Mijoo, yeoja yang selama ini aku sukai tetapi aku belum sempat mengatakannya telah berdarah dengan hebat, di sebelahnya ada sosok mengerikan berambut panjang yang memegang gergaji di tangannya. Aku hanya bisa menganga melihat kepedihan yang sangat mendalam itu.
“Luhan.. Ayo pergi.”Kata Hyeri menarik tangan Luhan, dan Luhan menarik tanganku. Sosok itu langsung menghadap ke kita, aku bias melihat matanya merah penuh kebencian. Dengan tubuhnya yang reot, aku yakin dia tak cukup cepat untuk mengejar kami. Tetapi aku salah, sosok itu berjalan-lebih tepatnya seperti terbang-ke arah kami.
“Sial.. Kenapa pintunya terasa lebih jauh dari saat kita masuk tadi.”Kesal Luhan
“Kita harus berlari cepat..”Kataku mempercepat lari ku. Tetapi, duk.. Ada seseorang yang jatuh, salah.. Hyeri tepisah oleh aku dan Luhan dengan kaca yang entah dari mana asalnya. Sosok itu mendekat, dan aku langsung mendekap Luhan saat kepala Hyeri di penggal. Aku tak ingin sahabatku melihat yeojachingunnya mati. Aku langsung menarik Luhan untuk lari, tapi Luhan malah meronta dan berlari kearah Hyeri yang sudah mati. Aku menyusulnya tapi, lagi-lagi ada kaca yang memisahkan kami.

“HEYY..! Kau! Sosok jelek yang jahat!!.. Bunuh aku!! Bunuhh..!!”Teriak Luhan yang samar-samar terdengar olehku. Sosok itu mengambil tongkat baseball besi yang entah dari mana dan langsung dipukulkan ke kepala Luhan dan seketika kepala Luhan pecah. Di hadapanku, sahabatku mati, orang yang aku cintai, orang yang selalu membuat ku tertawa, orang yang selalu menyemangatiku saat aku susah, orang yang selalu pengertian, orang yang selalu ada di saat aku butuh. Aku linglung, anehnya sosok itu langsung menghilang saat ada seberkas cahaya datang dari belakangku dan aku baru menyadari jika semua benda yang membuat sahabatku mati sekarang ada di tanganku. Aku mulai takut. 

Apakah aku yang melakukan ini semua? Apakah aku yang membuat sahabatku mati? Tidak mungkin.. Aku sangat sayang kepada sahabatku. Aku tidak mungkin membunuh mereka semua..
“Ken..! Itukah kau??”Terdengar teriakan dari belakang. Akupun menengok dengan pasrah.
“Ken.. Apa yang kau lakukan?!”Tanya seseorang, entah siapa aku masih linglung. Dan yang aku ingat aku hanya berdiri terpaku dan tiba-tiba segerombolan polisi mendatangi ku dan memborgolku dengan cepat dan seketika itu kesadaranku hilang.

18 September 2018.
Dan, disinilah aku.. Meringkuk di jeruji besi yang dingin ini. Aku terbukti bersalah atas kematian sahabatku karena sidik jariku ada di seluruh ruangan misterius itu. Ruang itu disegel oleh garis polisi tetapi aku tau, cepat atau lambat pasti dia akan mencari korbannya lagi. 18 September 2012 hari kematian sahabatku. 18 September 2018. hari ini, hari dimana aku akan digantung mati. Sebelum aku menyusul sahabatku. Aku ingin menceritakan kebenaran yang tak akan terungkap sampai semua orang merasakan kepedihan ini. Kebenaran yang membuatku menjadi seperti ini. Kebenaran yang telah merenggut nyawa sahabatku, dan diriku sendiri.

Ken.