-The Mysterious Room-
Gener:
Horror, Friendship
Author: KYG
Cast: Mijoo,
Ken, Hyuna, Hyeri, Luhan
Summary: Kebenaran
yang merenggut nyawa sahabat ku, dan diriku sendiri
---
Ken POV
18 September
2018. Kebenaran yang mengurungku disini akan terungkap walau tak akan ada yang
percaya.
18 September
2012.
Hari senin
dimana semua orang sibuk dengan urusannya masing-masing terlebih lagi dengan aku,
Ken yang menunggu bis datang di tengah hujan deras ini..
“Ken..!”Sapa
seseorang.
“Oi..
Luhan..”Balasku. Luhan adalah sahabatku dari kecil.. Kami sudah seperti saudara
kembar. Tetapi sifat Luhan yang jahil membuat aku dan Luhan sering bertengkar,
tetapi pertengkaran itu membuat kami semakin lebih dekat.
“Menunggu
bis eoh?”Tanya Luhan berdiri di sampingku
“Menurutmu?
Kau juga sedang menunggu bis kan?”Kataku dingin sambil memasukan tanganku ke
dalam saku celana.
“Hehe…”Luhan
hanya terkekeh, seperti itulah sikap Luhan.. Tak selang berapa lama bis yang
kami tunggu datang, suasana bis itu sedikit menegangkan dengan lampu bis yang
redup, penumpang yang sedikit.. Yah, tetapi kami berdua tidak tertarik dengan
cerita-cerita horror yang kekanak-kanakan..
(SKIP)
(at School)
“Hyeri-a..”Sapa
Luhan kepada Hyeri, yeojachingu nya..
“Kau
akhirnya sampai..”Kata Hyeri menyuruh kami duduk berhadapan dengan
Mijoo-sahabatku juga-dan Hyeri..
“kau taukan
kemarin aku dan mijoo pulang terlambat karena di hukum di perpustakaan? Lalu
Mijoo tak sengaja menemukan ruang rahasia dan tampilannya sangat
menakutkan..”Jelas Hyeri
“Kalian tau
kan kami berdua tak suka cerita horror..”Kataku
“Maka dari
itu.. Aku sama Mijoo ingin menantang kalian untuk masuk ke ruangan itu… Gimana
berani..?”Tantang Mijoo
“Aku tak
tertarik..”Kataku dengan muka datar
“Bilang saja
aku takut Ken..”Ledek Luhan menjulurkan lidah, aku paling tidak suka jika di
ledek, jadi aku spontan mengatakanya..
“Baiklah..
aku terima.. tapi syaratnya.. kalian juga harus ikut uji nyali itu..”Kataku
menujuk Mijoo dan Hyeri
“Baiklah…
Temui kami di depan sekolah jam 9 malam..”Kata Hyeri..
“Tapi,
bagaimana kita bisa masuk?”Tanyaku
“Tenang
saja…”Kata Mijoo tersenyum..
Pelajaran
pertama dimulai.. Aku sedikit cemas memikirkan tentang uji nyali itu.. Bukan
karena takut, aku merasa ada yang aneh.. Ah, sudahlah.. Aku memang sering
merasakan hal-hal seperti itu..
(SKIP)
Aku melihat
jam tangan ku lalu menghela nafas, sudah pukul 9.10 PM mereka belum datang dan
aku sudah menunggu di depan sekolah dari tadi.. aku sudah tau kebiasan mereka..
“Ken..”Sapa
Mijoo, aku tak menjawabnya
“Yak..
Jangan marah lah.. Kita hanya telat 10 menit…”Kata Hyeri membela.
“Hmm.. Ayo
masuk..”Kataku langsung berjalan ke dalam sekolah lalu di ikuti Luhan, Mijoo,
dan Hyeri.
(di
perpustakan)
“Mijoo, mana
ruang rahasiamu?”Tanya Luhan penasaran
“Sebentar…”Kata
Mijoo lalu membuka sebuah buku sejarah
“Yak… Lee
Mijoo, kita di sini untuk beruji nyali bukan untuk membaca buku sejarah..”Aku
protes sambil menjitak kepala Mijoo
“Yakk.. Kau
bisa sabar sedikit tidak?? Sakit tau..!”Kata Mijoo memegangi kepalanya lalu dia
membuka lembar terakhir dari buku sejarah itu dan munculah sebuah tombol merah
dengan corak-corak, hmm.. Aneh mungkin.. Mijoo dengan hati-hati menekan tombol
itu dan seketika tembok di dekat kami bergeser perlahan, menampakan sebuah
ruangan dengan bathup tua, kasur berwarna merah yang tertutup debu, dan dapur
yang lengkap dengan semua peralatannya..
“Tempat apa
ini?”Tanyaku penasaran
“Aku juga
tidak tau.. Dari bentuknya sih, pasti ada seseorang yang tinggal di sini
bertahun-tahun.. Dan sepertinya dia masih tinggal disini..”Kata Hyeri memegang
sebuah teko yang berada di atas meja makan reyot.
“Mak..maksudmu?”Tanya
Mijoo gugup.
“Teko ini
masih hangat..”Jelas Hyeri, aku penasaran. Lalu aku mecoba menuang isi dari
teko itu ke dalam gelas bening.
Aku langsung
menutup mulut setelah menungangkan isi teko itu..
“I..Itu.
Darah??”Tanya Luhan menujuk cairan merah kental yang mengisi gelas bening itu.
Tiba-tiba, aku merasakan ada sesuatu di belakangku.
“Mijoo-a,
Kau di belakangku??”Tanyaku
“…”Tak ada
jawaban
“Mijjo-a…”Panggil
ku seraya berbalik, dan tidak ada siapa-siapa di sana..
“Kemana
Mijoo??”Tanyaku pada Luhan dan Hyeri, tetapi mereka hanya menatap takut kearah
depan.
“Yakk…! Aku
tanya dimana Mijoo??!!”Kataku seraya mendekati Luhan dan Hyeri. Mereka masih
tak bergeming, aku mulai mengguncangkan badan mereka.
“Kita harus
keluar”Kata Luhan masih terpaku menatap kearah depan
“Kau gila??
Mijoo menghilang dan kau ingin keluar??!!”Teriak ku, tetapi Luhan tidak bicara
apa-apa dia hanya membalikan badanku. Saat aku berbalik, terlihat penampakan
yang sangat mengerikan, Mijoo, yeoja yang selama ini aku sukai tetapi aku belum
sempat mengatakannya telah berdarah dengan hebat, di sebelahnya ada sosok
mengerikan berambut panjang yang memegang gergaji di tangannya. Aku hanya bisa
menganga melihat kepedihan yang sangat mendalam itu.
“Luhan.. Ayo
pergi.”Kata Hyeri menarik tangan Luhan, dan Luhan menarik tanganku. Sosok itu
langsung menghadap ke kita, aku bias melihat matanya merah penuh kebencian.
Dengan tubuhnya yang reot, aku yakin dia tak cukup cepat untuk mengejar kami.
Tetapi aku salah, sosok itu berjalan-lebih tepatnya seperti terbang-ke arah
kami.
“Sial..
Kenapa pintunya terasa lebih jauh dari saat kita masuk tadi.”Kesal Luhan
“Kita harus
berlari cepat..”Kataku mempercepat lari ku. Tetapi, duk.. Ada seseorang yang
jatuh, salah.. Hyeri tepisah oleh aku dan Luhan dengan kaca yang entah dari
mana asalnya. Sosok itu mendekat, dan aku langsung mendekap Luhan saat kepala
Hyeri di penggal. Aku tak ingin sahabatku melihat yeojachingunnya mati. Aku
langsung menarik Luhan untuk lari, tapi Luhan malah meronta dan berlari kearah
Hyeri yang sudah mati. Aku menyusulnya tapi, lagi-lagi ada kaca yang memisahkan
kami.
“HEYY..!
Kau! Sosok jelek yang jahat!!.. Bunuh aku!! Bunuhh..!!”Teriak Luhan yang samar-samar
terdengar olehku. Sosok itu mengambil tongkat baseball besi yang entah dari
mana dan langsung dipukulkan ke kepala Luhan dan seketika kepala Luhan pecah.
Di hadapanku, sahabatku mati, orang yang aku cintai, orang yang selalu membuat
ku tertawa, orang yang selalu menyemangatiku saat aku susah, orang yang selalu
pengertian, orang yang selalu ada di saat aku butuh. Aku linglung, anehnya
sosok itu langsung menghilang saat ada seberkas cahaya datang dari belakangku
dan aku baru menyadari jika semua benda yang membuat sahabatku mati sekarang
ada di tanganku. Aku mulai takut.
Apakah aku yang melakukan ini semua? Apakah
aku yang membuat sahabatku mati? Tidak mungkin.. Aku sangat sayang kepada
sahabatku. Aku tidak mungkin membunuh mereka semua..
“Ken..!
Itukah kau??”Terdengar teriakan dari belakang. Akupun menengok dengan pasrah.
“Ken.. Apa
yang kau lakukan?!”Tanya seseorang, entah siapa aku masih linglung. Dan yang
aku ingat aku hanya berdiri terpaku dan tiba-tiba segerombolan polisi
mendatangi ku dan memborgolku dengan cepat dan seketika itu kesadaranku hilang.
18 September 2018.
Dan,
disinilah aku.. Meringkuk di jeruji besi yang dingin ini. Aku terbukti bersalah
atas kematian sahabatku karena sidik jariku ada di seluruh ruangan misterius
itu. Ruang itu disegel oleh garis polisi tetapi aku tau, cepat atau lambat
pasti dia akan mencari korbannya lagi. 18 September 2012 hari kematian
sahabatku. 18 September 2018. hari ini, hari dimana aku akan digantung mati.
Sebelum aku menyusul sahabatku. Aku ingin menceritakan kebenaran yang tak akan
terungkap sampai semua orang merasakan kepedihan ini. Kebenaran yang membuatku
menjadi seperti ini. Kebenaran yang telah merenggut nyawa sahabatku, dan diriku
sendiri.
Ken.