Kamis, 04 Januari 2018

The Mysterious Room

Udah lama banget ya Author ngga update :v karena lupa email dan password (yang ternyata ada catetan di HP lama) juga karena kesibukan sekolah wkwkwk.. Nah, sekarang Author pengen nge post lagi nih wkwkwk..


-The Mysterious Room-
Gener: Horror, Friendship
Author: KYG
Cast: Mijoo, Ken, Hyuna, Hyeri, Luhan
Summary: Kebenaran yang merenggut nyawa sahabat ku, dan diriku sendiri

---

Ken POV
18 September 2018. Kebenaran yang mengurungku disini akan terungkap walau tak akan ada yang percaya.

18 September 2012.
Hari senin dimana semua orang sibuk dengan urusannya masing-masing terlebih lagi dengan aku, Ken yang menunggu bis datang di tengah hujan deras ini..
“Ken..!”Sapa seseorang.
“Oi.. Luhan..”Balasku. Luhan adalah sahabatku dari kecil.. Kami sudah seperti saudara kembar. Tetapi sifat Luhan yang jahil membuat aku dan Luhan sering bertengkar, tetapi pertengkaran itu membuat kami semakin lebih dekat.
“Menunggu bis eoh?”Tanya Luhan berdiri di sampingku
“Menurutmu? Kau juga sedang menunggu bis kan?”Kataku dingin sambil memasukan tanganku ke dalam saku celana.
“Hehe…”Luhan hanya terkekeh, seperti itulah sikap Luhan.. Tak selang berapa lama bis yang kami tunggu datang, suasana bis itu sedikit menegangkan dengan lampu bis yang redup, penumpang yang sedikit.. Yah, tetapi kami berdua tidak tertarik dengan cerita-cerita horror yang kekanak-kanakan..

(SKIP)
(at School)
“Hyeri-a..”Sapa Luhan kepada Hyeri, yeojachingu nya..
“Kau akhirnya sampai..”Kata Hyeri menyuruh kami duduk berhadapan dengan Mijoo-sahabatku juga-dan Hyeri..
“kau taukan kemarin aku dan mijoo pulang terlambat karena di hukum di perpustakaan? Lalu Mijoo tak sengaja menemukan ruang rahasia dan tampilannya sangat menakutkan..”Jelas Hyeri
“Kalian tau kan kami berdua tak suka cerita horror..”Kataku
“Maka dari itu.. Aku sama Mijoo ingin menantang kalian untuk masuk ke ruangan itu… Gimana berani..?”Tantang Mijoo
“Aku tak tertarik..”Kataku dengan muka datar
“Bilang saja aku takut Ken..”Ledek Luhan menjulurkan lidah, aku paling tidak suka jika di ledek, jadi aku spontan mengatakanya..
“Baiklah.. aku terima.. tapi syaratnya.. kalian juga harus ikut uji nyali itu..”Kataku menujuk Mijoo dan Hyeri
“Baiklah… Temui kami di depan sekolah jam 9 malam..”Kata Hyeri..
“Tapi, bagaimana kita bisa masuk?”Tanyaku
“Tenang saja…”Kata Mijoo tersenyum..
Pelajaran pertama dimulai.. Aku sedikit cemas memikirkan tentang uji nyali itu.. Bukan karena takut, aku merasa ada yang aneh.. Ah, sudahlah.. Aku memang sering merasakan hal-hal seperti itu..

(SKIP)

Aku melihat jam tangan ku lalu menghela nafas, sudah pukul 9.10 PM mereka belum datang dan aku sudah menunggu di depan sekolah dari tadi.. aku sudah tau kebiasan mereka..
“Ken..”Sapa Mijoo, aku tak menjawabnya
“Yak.. Jangan marah lah.. Kita hanya telat 10 menit…”Kata Hyeri membela.
“Hmm.. Ayo masuk..”Kataku langsung berjalan ke dalam sekolah lalu di ikuti Luhan, Mijoo, dan Hyeri.

(di perpustakan)

“Mijoo, mana ruang rahasiamu?”Tanya Luhan penasaran
“Sebentar…”Kata Mijoo lalu membuka sebuah buku sejarah
“Yak… Lee Mijoo, kita di sini untuk beruji nyali bukan untuk membaca buku sejarah..”Aku protes sambil menjitak kepala Mijoo
“Yakk.. Kau bisa sabar sedikit tidak?? Sakit tau..!”Kata Mijoo memegangi kepalanya lalu dia membuka lembar terakhir dari buku sejarah itu dan munculah sebuah tombol merah dengan corak-corak, hmm.. Aneh mungkin.. Mijoo dengan hati-hati menekan tombol itu dan seketika tembok di dekat kami bergeser perlahan, menampakan sebuah ruangan dengan bathup tua, kasur berwarna merah yang tertutup debu, dan dapur yang lengkap dengan semua peralatannya..
“Tempat apa ini?”Tanyaku penasaran
“Aku juga tidak tau.. Dari bentuknya sih, pasti ada seseorang yang tinggal di sini bertahun-tahun.. Dan sepertinya dia masih tinggal disini..”Kata Hyeri memegang sebuah teko yang berada di atas meja makan reyot.
“Mak..maksudmu?”Tanya Mijoo gugup.
“Teko ini masih hangat..”Jelas Hyeri, aku penasaran. Lalu aku mecoba menuang isi dari teko itu ke dalam gelas bening.
Aku langsung menutup mulut setelah menungangkan isi teko itu..
“I..Itu. Darah??”Tanya Luhan menujuk cairan merah kental yang mengisi gelas bening itu. Tiba-tiba, aku merasakan ada sesuatu di belakangku.
“Mijoo-a, Kau di belakangku??”Tanyaku
“…”Tak ada jawaban
“Mijjo-a…”Panggil ku seraya berbalik, dan tidak ada siapa-siapa di sana..
“Kemana Mijoo??”Tanyaku pada Luhan dan Hyeri, tetapi mereka hanya menatap takut kearah depan.
“Yakk…! Aku tanya dimana Mijoo??!!”Kataku seraya mendekati Luhan dan Hyeri. Mereka masih tak bergeming, aku mulai mengguncangkan badan mereka.
“Kita harus keluar”Kata Luhan masih terpaku menatap kearah depan
“Kau gila?? Mijoo menghilang dan kau ingin keluar??!!”Teriak ku, tetapi Luhan tidak bicara apa-apa dia hanya membalikan badanku. Saat aku berbalik, terlihat penampakan yang sangat mengerikan, Mijoo, yeoja yang selama ini aku sukai tetapi aku belum sempat mengatakannya telah berdarah dengan hebat, di sebelahnya ada sosok mengerikan berambut panjang yang memegang gergaji di tangannya. Aku hanya bisa menganga melihat kepedihan yang sangat mendalam itu.
“Luhan.. Ayo pergi.”Kata Hyeri menarik tangan Luhan, dan Luhan menarik tanganku. Sosok itu langsung menghadap ke kita, aku bias melihat matanya merah penuh kebencian. Dengan tubuhnya yang reot, aku yakin dia tak cukup cepat untuk mengejar kami. Tetapi aku salah, sosok itu berjalan-lebih tepatnya seperti terbang-ke arah kami.
“Sial.. Kenapa pintunya terasa lebih jauh dari saat kita masuk tadi.”Kesal Luhan
“Kita harus berlari cepat..”Kataku mempercepat lari ku. Tetapi, duk.. Ada seseorang yang jatuh, salah.. Hyeri tepisah oleh aku dan Luhan dengan kaca yang entah dari mana asalnya. Sosok itu mendekat, dan aku langsung mendekap Luhan saat kepala Hyeri di penggal. Aku tak ingin sahabatku melihat yeojachingunnya mati. Aku langsung menarik Luhan untuk lari, tapi Luhan malah meronta dan berlari kearah Hyeri yang sudah mati. Aku menyusulnya tapi, lagi-lagi ada kaca yang memisahkan kami.

“HEYY..! Kau! Sosok jelek yang jahat!!.. Bunuh aku!! Bunuhh..!!”Teriak Luhan yang samar-samar terdengar olehku. Sosok itu mengambil tongkat baseball besi yang entah dari mana dan langsung dipukulkan ke kepala Luhan dan seketika kepala Luhan pecah. Di hadapanku, sahabatku mati, orang yang aku cintai, orang yang selalu membuat ku tertawa, orang yang selalu menyemangatiku saat aku susah, orang yang selalu pengertian, orang yang selalu ada di saat aku butuh. Aku linglung, anehnya sosok itu langsung menghilang saat ada seberkas cahaya datang dari belakangku dan aku baru menyadari jika semua benda yang membuat sahabatku mati sekarang ada di tanganku. Aku mulai takut. 

Apakah aku yang melakukan ini semua? Apakah aku yang membuat sahabatku mati? Tidak mungkin.. Aku sangat sayang kepada sahabatku. Aku tidak mungkin membunuh mereka semua..
“Ken..! Itukah kau??”Terdengar teriakan dari belakang. Akupun menengok dengan pasrah.
“Ken.. Apa yang kau lakukan?!”Tanya seseorang, entah siapa aku masih linglung. Dan yang aku ingat aku hanya berdiri terpaku dan tiba-tiba segerombolan polisi mendatangi ku dan memborgolku dengan cepat dan seketika itu kesadaranku hilang.

18 September 2018.
Dan, disinilah aku.. Meringkuk di jeruji besi yang dingin ini. Aku terbukti bersalah atas kematian sahabatku karena sidik jariku ada di seluruh ruangan misterius itu. Ruang itu disegel oleh garis polisi tetapi aku tau, cepat atau lambat pasti dia akan mencari korbannya lagi. 18 September 2012 hari kematian sahabatku. 18 September 2018. hari ini, hari dimana aku akan digantung mati. Sebelum aku menyusul sahabatku. Aku ingin menceritakan kebenaran yang tak akan terungkap sampai semua orang merasakan kepedihan ini. Kebenaran yang membuatku menjadi seperti ini. Kebenaran yang telah merenggut nyawa sahabatku, dan diriku sendiri.

Ken.

Senin, 23 Maret 2015

Curhatan seorang Author/?

Hai.... Yong Gi mau bilang.. Yong Gi paling kagak suka kalo ada silent readers.. walaupun Yong Gi kagak beri peringatan.. bukan berarti boleh silent readers.. Sakit tau di hati klo ada silent reader... komen lah apa aja, kek, kritik, saran, atau apalah biar gak jadi silent readers... bentar lagi Yong Gi mau bikin FF baru... jangan jadi silent readers yeth? Kalo ada Yong Gi ngambek <(-____-)>... Awas lho kalo masih ada silent readers... Annyeong.. :)

Sabtu, 01 November 2014

DEAD CLASS (PART 3/END)



 DEAD CLASS (PART 3/END)


Jungkook POV

Saat semua tertidur… Aku menuju daput untuk mengambil minum, Aku membuka tirai jendela dan aku melihat sosok yang sangat aku kenal… Eommaku!! Eommaku sudah meninggal saat aku kecil.. Karena aku sangat kangen pada eommaku, aku langsung berlari menuju eommaku dan memeluknya.. Tapi, saat aku melepaskan pelukanku, itu sudah bukan lagi eommaku.. eommaku berubah menjadi sosok yang mengerikan, matanya merah, dia mengenakan baju putih yang tertutup darah.. Aku langsung berlari masuk ke rumah lagi… Saat aku sudah di dalam, aku berjalan menuju kamar dan.. Bruk.. Sesuati yang berat mengenai mukaku.. Alhasil hidungku berdarah dan aku jatuh, aku mencoba untuk bangun.. Tapi, makhluk mengerikan tadi mendudukiku, sulit untuk bernafas, kukerahkan seluruh tenagaku untuk bangkit.. Namun, sia-sia.. Makhluk itu malah menancapkan besi runcing ke punggungku.. Aku ingin berteriak, tapi suaraku tertahan di kerongkongan.. Makhluk tadi menatapku dan mengelus pipiku dengan kuku tajamnya.. Rasanya sangat sakit.. setelah itu, makhluk tadi menarikku ke halaman belakang dan melemparku ke kursi taman.. Sebelum dia benar-benar menghabisi nyawaku.. Dia menjambak rambutku dan srekk…. Menariknya samapai lepas…
(SKIP)
Jimin POV

“Hoam…”Aku menuap selebar kuda nil ._.
Setelah melihat sekitar, aku baru nyadar jika Jungkook tak ada di sini.. Aku cepat-cepat membangunkan Ho Seok dan Seokjin… Kami melihat ada banyak darah yang berceceran di ruang tengah dan dapur.. Kami mengikuti darah tersebut, kami berjalan sampai halaman belakang dan melihat Jungkook sudah terkapar tak berdaya di atas kursi taman… Aku langsung menyambar telepon dan menghubungi pihak kepolisian…
5 menit kemudian, polisi bersama ambulance datang…. Stelah memasukan Jungkook ke ambulance, kami diintrogasi oleh petugas..
“Kalian tadi malam di mana?”Tanya Pak polisi yang bernama Park Chanyeo
“Kami tidur pak…”Jawab Ho Seok
“Sebelum itu?”Tanya Pak Chanyeol
“Teman kami ada yang meninggal… jadi setelah pulang dari rumah duka, kami mandi langsung tidur…”Jawabku
“Apakah kalian tak mengunci pintu rumah sebelum tidur?”Tanya Pak Chanyeol
“Kami menguncinya…”Jawabku lagi
Pak Chanyeol pun menuliskan sesuatu di buku catatannya..
“Baiklah.. sepertinya bukan kalian yang membunuh Jungkook… Kami akan menyelidiki secepat mungkin dan menangkap pembunuh itu….”Kata Pak Chanyeol pergi meninggalkan kita
Isak tangisan kami bertiga tak bisa dibendung…
“Semua salahku… Jika aku tak mengajak kalian ke kelas itu… Kalian tak akan sengsara seperti ini….”Kataku
“Kita harus selesaikan ini..!”Kata Seokjin mengusap air matanya
“Gimana caranya??”Tanya Ho Seok
“Bisa…”Kataku
“Tapi agak berbahaya..”Lanjutku
“Gwencana.. Yang penting kita bebas..”Kata Ho Seok
“Kita harus ke kelas itu lagi… Kita harus benar-benar bertemu dengan Im Yura dan meminta maaf… Lalu dia akan benar-benar memaafkan kita jika anggota tubuh kita di kasihkan ke Im Yura.. Tapi, Im Yura lah yang akan menentukan bagian mana yang akan menjadi milik Im Yura…”Kataku
Mereka terdiam… lalu
“Baiklah.. kapan kita kesana??”Tanya Seokjin
“Nanti malam..”Timpal Ho Seok..
Kami memutuskan untuk tetap terjaga sampai nanti malam…
(Senja)
“Eh, temenin pipis yuk… kebelet nih..”Kata Seokjin padaku dan Ho Seok
“Yuk..”Jawabku
Kamipun berjalan sampai ke kamar mandi..
“Tunggu sini lho…”Kata Seokjin
“Iya, iya..”kataku
Setelah beberapa saat, Seokjin keluar dari kamar mandi…
“Udah jam segini nih.. ayo siap-siap”Kata Ho Seok
“Oke”Timpal aku dan Seokjin
Setelah bersiap-siap, kami langsung menuju garasi, mengambil sepeda lalu mengayuhnya ke sekolah….
Sesampainya di sekolah..
“Wah, pas banget.. penjaga gerbangnya lagi tidur wkwkwkwk…”Kata Seokjin
“Iya.. kita masuknya harus diam-diam..”Kataku
Kamipun masuk ke sekolah secara diam-diam.. setelah masuk, kami langsung menuju kelas ‘itu’..
“Chakaman… Kalian nyium bau anyir gak?”Tanya Ho Seok
“Iya..”Jawabku dan Seokjin sambil mengendus-ngendus udara
Kamipun masuk ke kelas itu..
“Im Yura…. Kami meminta maaf karena telah mengganggu mu..”Kataku
“….”Sunyi..
“Im Yura.. aku akan korbankan seluruh tubuhku.. tapi kamu harus pergi dari dunia manusia dan tidak lagi mengganggu manusia yang masuk ke kelas ini..!!”Teriak Seokjin yang sontak mengkagetkanku dan Ho Seok..
“Ya… Pabo…! Kenapa kau teriak begitu.. jika Yura setuju bagaimana?”Tanyaku
“Itu lebih bagus… Aku rela mati demi kalian..”Kata Seokjin
Tiba-tiba.. Sosok Im Yura muncul..  lalu dia bertanya..
“Apakah itu benar Kim Seokjin?”Tanya Im Yura
“Ne.. Aku rela mati demi teman-temanku..”Kata Seokjin
“Baiklah.. jika itu mau mu..”Kata Im Yura
Lalu Seokjin di angkat ke udara lalu Im Yura menusukan kuku-kuku tajamnya ke dada Seokjin… Saat Im Yura melepas kuku-kukunya dari dada Seokjin, darah dari dada Seokjin mengalir deras.. Aku dan Ho Seok tak kuat menlihat kejadian ini…
“Im Yura.. karna kau sudah menghabisi nyawa Seokjin.. Sekarang pergi jauh-jauh..!!”Teriakku
“HAHAHAHA.. Emang aku bodoh apa?! Aku tak akan pergi sebelum mengahabisi kalian semua..”Kata Im Yura
“Tapi perjanjian tadi?”Tanyaku
“Janji? Janji yang mana?! HAHAHAHA……….!”Kata Im Yura yang sekejap menyambar kepala Ho Seok dan mencoptnya dengan mudah seperti mencopot a;el dari tangkainya.. Aku terbelalak melihat apa yang terjadi.. Aku marah…
“Yak..! Kau Im Yura!! Emang kau siapa berani-berani mengambil nyawa teman-temanku..!!”Teriakku
“Kau lupa ha??!! 10 tahun lalu kau berjanji akan menjagaku daru semua orang yang mem-bully aku… tapi kau meninggalkan aku… Aku menunggumu.. Aku sangat senang saat bertemu denganmu.. Tapi janji palsumu membuat aku menderita.. dan aku memutuskan untuk mengakhiri hidupku.... Kau kejam.. aku tau kau melihatku saat aku sedang ingin bunuh diri… tapi kau tak menghentikanku..!!!”Kata Im Yura
“Itu bukan aku…!”Aku membantah..
“Dasar..! Kau lupa.. 5 tahun lalu kau kecelakaan, dan itu ulahku.. Aku ingin kau mati.. tapi kau hanya hilang ingatan..!”Kata Im Yura
“Tapi kenapa harus teman-temanku? Kenapa tak aku langsung saja yang dibunuh??”Tanyaku
“Karena, aku akan menggabungkan cara teman-temanmu mati untuk membunuhmu..”Kata Im Yura
“Ma.. Maksudmu.. Kau akan membunuhku dengan menggabungkan cara yang dipakai untuk embunuh teman-temanku?”Tanyaku
“Ne…”Kata Im Yura yang langsung datang kearahku..

Author POV
“Ne..” Kata Im Yura yang langsung datang ke arah Jimin… dan seketika semua gelap… Bau anyir ada di mana-mana.. Suara sirene ambulans memenuhi sekolahan… Jimin yang badannya sudah tak berbentuk, di gotong ke ambulans…. Im Yura yang menyaksikan semua itu tertawa senang…

(END)

Senin, 29 September 2014

DEAD CLASS (PART 2)


 DEAD CLASS (PART 2)

 (2 hari setelah pemakaman)
Suga POV
Yo once again
Bighit Represent
urineun bangtansonyeondan
Let Go

Suara HP ku memenuhi kamar tidurku..
“Aish.. Siapa sih yang menelepon pagi-pagi sekali..”Kataku mengerutu
“Nugaya??!”Tanyaku sedikit membentak
“Mianhae… Aku nanti tak berangkat sekolah.. Aku tidak enak badan..”Kata seseorang
“Ne… tapi ini siapa??”Tanyaku lagi
“Jimin..”Katanya
“Ne.. Cepat sembuh ya…”Jawabku

(SKIP)

(at School)
“Dimana Jimin??”Tanya Taehyung
“Sakit.. dia di rumah…”Jawabku
“Jinja?.. Gimana kalo kita nanti menjenguk dia..? Kasihan dia..”Tanya Jungkook
“Sipp.. Araseo.. J”Jawab kami serempak
Sepulang sekolah, kami berangkat ke rumah Jimin.

(di depan rumah Jimin)
“Annyeong.. Nyonya Park..”Kata kami saat melihat nyonya Park keluar dari rumah dan membungkukan tubuh 90'
“Oh, kalian.. Masuk saja.. Jimin ada di kamarnya.. Nyonya pergi ke minimarket sebentar ya.. Jika ingin minum ada di kulkas..”Kata Nyonya Park ramah.
“Ne..”Kata kami serempak
Kamipun masuk dan menuju kamar Jimin.
“Jimin… Gwencana??”Tanya Taehyung
“Ne.. Gomawo telah menjengukku..”Kata Jimin
Sebenarnya dia tak baik-baik saja.. mukanya terlihat sangat pucat..
“Besuk kau berangkat tidak??”Tanya Hyeri
“Mungkin iya… jika keadaanku membaik, aku masuk sekolah…”Kata Jimin
“Hmm.. baiklah, kami pulang dulu… Istirahatlah yang cukup Jimin”Kataku mengelus kepalanya
“Ne..”Jawab Jimin.. Walaupun dia sakit, dia masih bisa terseyum secerah matahari pagi…

(SKIP)

Sesampainya dirumah, aku merebahkan badanku di kasur yang empuk..
“Aku sangat ngantuk..”Kataku. Sebenarnya aku ada janji dengan Hyeri di taman nanti malam jam 7.. sekarang pukul 6.. Ah, ada waktu sebentar untuk tidur, kataku dalam hati.. Akupun tidur..

(SKIP)

“Suga..! Bangun..!! Sudah jam berapa sekarang!”Teriak eommaku yang berhasil membangunkan ku..
Aku terperanjat… Aku langsung melirik jam dinding.. Pukul 7.20 p.m.!! Aku langsung bergegas ke kamar mandi dan pergi menuju taman….
“Eomma, aku pergi dulu ya…”Kataku
“Sudah malam begini.. kemana kau akan pergi??”Tanya eommaku
“Ke taman.. Wae??”Tanyaku
“Kau jangan lewat rumah kosong itu ya… kau lewat jalan raya saja..”Perintah eommaku
Aku hanya mengangguk dan berlalu melewti pintu depan..
Saat di jalan, aku memutuskan untuk menelepon Hyeri dan meminta maaf tapi.. HP ku ketinggalan…
“Aish..! Jinja!! Wae..!!”Kataku dengan nada gak woles
“Ah, aku lewat rumah kosong saja deh.. biar lebih cepat sampai..”Kataku lagi dan berbelok kea rah rumah kosong..
Saat melewati rumah kosong, aku melihat ada cewek yang berdiri di depan rumah itu… Aku merinding.. lalu aku berlari menjauhi rumah itu, tapi sepertinya cewek tadi mengikutiku… aku berlari lebih cepat tapi.. Bruk.. aku tersandung batu dan jatuh… Saat aku bangun, ada cewek yang aku lihat di rumah kosong tadi..
“Ma.. mau mu apa??? Aku tak salah apa-apa..”Kataku
Tapi dia tak punya hati.. Aku langsung dicekek (?) dan dibanting ke pohon yang lumayan besar… Sulit sekali untuk bernapas.. Cewek itu mendekatiku dan mengeluarkan pisau dari sakunya dan mulai memotong dua kakiku.. Aku sudah tak bisa bertahan lagi… Aku sudah pasrah… Seharusnya aku menuruti kata eomma ku untuk tak melewati rumah kosong itu.. aku berniat untuk lebih cepat bertemu Hyeri tapi sekarang, Hyeri tak bisa melihatku untuk selama-lamanya…

(SKIP)

Jimin POV

Aku berjalan ke sekolah dengan santai.. Tapi saat sampai di gerbang sekolah, Seokjin langsung menarik tanganku ke ruang Kepala Sekolah..
“Wae kau menggandengku kesini?”Tanyaku
“Sudah, diam saja…”Jawab Seokjin
Sesampainya di ruang Kepala Sekolah, aku bingung kenapa ada Nyonya Min di sini.. dan dia menagis…
“Hmmm… Jimin, kau belum tau ya… Suga di temukan tewas dengan cara tragis di jalan dekat taman tadi pagi…”Katan Pak Kepala Sekolah
“Mwo?! Jinja?!”Kataku yang tak percaya
“Ne…”Kata Pak kepala Sekolah
“Semua ini salahku..”Kataku
Bel masukpun berbunyi dan kami disuruh masuk ke ka=elas oleh Pak Kepala Sekolah…
Aku masih merasa bersalah.. Jika aku tak mengadakan ritual itu.. Mereka tak akan mati..
(SKIP)

(pulang sekolah)
Kami memutuskan pergi ke rumah Suga untuk berbela sungkawa terhadap keluarganya.. Sesampainya di rumah Suga, aku meminta maaf kepada keluarganya atas apa yang terjadi pada Suga.. Setelah 30 menit kami disana, kami memutuskan pulang karena sudah malam..
“Eh, kalian nginep rumahku aja.. Lagian appa sama eomma ku pergi ke Amerika.. Hanya noonaku yang disana, jadi sepi deh.. Sekalian mengantisipasi jika ada yang terluka lagi..”Usulku
“Hmm.. Bener juga kata Jimin..”Timpal Jungkook
Mereka semua (selain aku dan Jungkook) mengangguk setuju..
“Tapi, Aku tidur mana?? Kalian kan cowok semua..?”Tanya Hyeri
“Kamu tidur bareng noonaku saja..”Kataku
“Ne.. Araseo..”Kata Hyeri mengerti
“Tapi, aku harus izin dulu dengan bibiku.. Bisa-bisa aku dimarahin..”Kata Taehyung
“Iyalah.. Kan kalian juga harus ambil baju dan perlengkapan untuk besuk”Kataku
“Ya udah.. Ayo..!”Kata Ho Seok
Kamipun berjalan.. Karena rumah Jungkook, Taehyung, dan Ho Seok tetanggaan, mereka bertiga pulang bareng untuk mengambil baju dan lainnya.. Sedangkan aku, Namjoon, Seokjin mengantar Hyeri ke rumahnya lalu kerumah Namjoon dan Seokjin.. Setelah itu kami berkumpul di depan rumahku..
(SKIP)

(at My house)
“Hyeri.. Hari ini noona ku tak pulang… dia menginap di rumah temannya untuk beberapa hari.. Aku lupa memberitahumu..”Kataku
“Yah… Aku takut jika harus tidur sendiri..”Kata Hyeri
“Gwencana.. Suga pasti melindungimu..”Kataku menepuk bahunya
Hyeripun masuk ke kamar noonaku sedangkan aku masuk ke kamarku.. Ya, kamarku bisa dibilang besar.. Soalnya bisa muat 6 orang… J
Saat aku terlelap dalam tidur.. Taehyung tiba-tiba membangunkan aku..
“Min.. Jimin.. Temani aku ke kamar mandi.. kebelet..”Kata Taehyung menggoyang-goyangkan badanku
“Ah… menggangu saja.. ya sudah.. Ayo..”Kataku bangun dari tidur
Saat melewati kamar noonaku, pintu kamar itu terbuka.. Aku piker Hyeri di dapur, tenyata dia HILANG…!
Aku langsung membangunkan yang lain dan membuat kelompok untuk mencari Hyeri…
Aku, Namjoon, dan Taehyung pergi kea rah jalan raya.. Sedangkan Jungkook, Seokjin, dan Ho Seok pergi ke arah yang lebih terpelosok..
Akupun mulai mencari ditempat yang biasa Suga dan Hyeri datangi.. Mulai taman bermain, café, Namsan tower, dan minimarket.. Tapi ada satu yang belum aku cek.. Taman..
Taman dimana Suga ditemukan tewas dalam keadaan tragis…
“Ayo.. ke taman..”Kataku
“Tapi..jangan lewat rumah kosong itu ya…”Kata Tehyung takut
“Ya enggak lah… Kita lewt jalan raya ini saja..”Kataku
Kamipun berjalan bergandengan tangan dalam kegelapan..
“Min.. Taehyung takut..”Kata Taehyung mengeratkan genggamannya pada lenganku
Aku hanya melihatnya dengan tatapan sedikit sinis tapi lucu #gimanaitu?
Kami sampai di taman yang sering didatangi mereka berdua.. Tapi, tak bisa kutemukan Hyeri.. Kuedarkan pandanganku dari sudut satu ke sudut yang lain..
“Aku melihatnya..”Kataku menunjuk cewek yang berdiri di depan pohon.. Aku tau, pasti itu pohon kenangan yang sering Suga ceritakan padaku.. Saat aku menghampiri dia.. dia haya menatap kosong pohon itu..
“Hyer…Hyeri..”Kataku menepuk pundaknya
“…”tak ada respon
“Hyeri..”Kali ini Namjoon menggoyangkan badan Hyeri sedikit keras
“…”Tak ada respon lagi
Saat Taehyung mencoba memegang kepalanya, dengan cepat tangan Hyeri menyambar tangan Taehyung.. Alhasil Taehyung berteriak… Lalu, Hyeri berdiri dan memuntir tangan Taehyung, aku dan Namjoon tak bisa berbuat apa-apa.. Saat Namjoon ingin menolong Taehyung, Namjoon dilempar ke pohon seberang jalan.. Kepalanya berdarah, aku mencoba menolong Taehyung tapi aku malah di cekek… Tapi, itu tak menyakitkan.. Lalu Hyeri menancapkan pisau ke dada Taehyung dan mengambil jantungnya.. Setelah menghabisi Taehyung, dia melepaskan cekekannya dari leherku dan berjalan menuju Namjoon yang setengah sadar, aku mencoba menghentikan Hyeri.. Tapi dia berjalan terlalu cepat dan langsuung menebas kepala Namjoon.. Stelah itu, dia berjalan kearahku dan tersenyum padaku.. Aku bingung, setelah senyum dia menancapkan pisau ke dadanya sendiri dan mengerakannya ke bawah sampai perut, alhasil semua isi perutnya keluar di depanku.. Aku tak kuasa melihat apa yang terjadi.. Aku langsung lari kerumah dan masuk ke kamar.. Akau tak peduli apa yang terjadi pada 3 temanku yang lain..
Aku mencoba untuk meng-SMS Jungkook, tapi untuk mengetikpun susah karena ake gemetaran.. Aku mencoba menelepon Jungkook, tapi pulsaku tak cukup untuk menelepon.. dengan segenap kekuatan ku, aku mengsms Jungkook


To: Jungkook

Aku sudah sampai di rumah.. Aku menemukan Hyeri.. tapi dia membunuh Namjoon dan Taehyung, lalu meb=mbunuh dirinya sendiri..



Tak lama kemudian, aku mendapat balasan dari Jungkook

From: Jungkook

Mwo?! Kau tak apa-apa kan?? Baiklah.. kami akan segera kesana..


Sekitar 30 menit kemudian.. Jungkook, Ho Seok, dan Seokjin datang… mereka meluncurkan bertubi-tubi pertanyaan untukku.. Aku tak bisa menjawab… Rasanya aku ingin menjadi gila…
Setelah aku sedikit tenang, aku mulain menceritakaan apa yang terjadi.... Mereka sangat terkejut saat mendengar ceritaku.. Aku tak mengerti apa yang terjadi.. begitu pula mereka ber3..
“Sebaiknya kita telfon polisi atau biarkan ada polisi yang menemukannya??”Tanya Jungkook
“Lebih baik kita biarkan saja.. Aku takut kita yang disalahkan..”Kata Ho Seok
(SKIP)

Kami memutuskan untuk tak sekolah hari ini.. masih ingin menenangkan diri…
“Kalian mau makan apa hari ini?”Tanya Seokjin
“Terserah kau saja..”Kata Jungkook
Seokjin pun membuatkan telur goreng dan ramyun…
“Jimin, ayo makan…”Kata Ho Seok
“Aku tak nafsu makan.. Aku tak mau makan..”Jawabku
“Nanti kau sakit jika tak makan..”Kata Seokjin
“TApi.. Ini semua salahku.. Jika aku tak mengajak kalian untuk ritual di kelas itu… Kalian tak akan menderita.. Semua salahku… Tapi kenapa aku tak mati-mati… Lebih baik aku mati saja…”Kataku memukul-mukul kepalaku
“Yak…! Park Jimin… Sadar..! Semua bukan murni kesalahanmu.. Ini juga salah kita..”Kata Ho Seok memegang tanganku
Aku hanya bisa menagis dipelukannya… 

(TBC)


Mian jelek lagi.. Banyak typo juga.. Mohon maklum ya.. :)  
Don't Be A Silent Readers yup..!